PUTUS, LELAKI INI MINTA GANTI RUGI 8 JUTA
#IndonesiaTanpaPacaran
Ada teman mengadu pada saya. Dia sudah 10 tahun pacaran. Udah gak terhitung lagi dia makan bareng pacarnya, shopping, saling ngisi pulsa dll. 5 tahun terakhir dia sering ngadu, karena pacarnya suka mengatainya dg kata-kata kotor bahkan sampai memukulnya.
Tepat 10 tahun pacaran, akhirnya teman saya dan pacarnya sampai pada kata PUTUS. Dia memulai memutuskan karena katanya tidak tahan lagi.
Apakah perkaranya selesai? TIDAK! Ternyata pacarnya minta ganti rugi. Ganti rugi uang yang dipakai makan bareng, ngisi pulsa, jalan bareng dll selama pacaran. Pacarnya menghitung dengan detail, hingga dapatlah angka Rp 8.000.000
Saya merasa kasihan. Sebab dia tidak punya uang buat bayar ganti rugi. Maklum, bukan berasal dari orang kaya. Akhirnya sekarang lagi pusing, padahal sejak dulu sudah saya nasehati. Bahwa pacaran itu haram dan merugikan.
Teman-teman, gimana rasanya kalau jadi korban seperti itu? Sangat menyakitkan bukan. Itulah pacaran. Sangat merugikan dari segi uang, bayangin saja dalam waktu 10 tahun yang bisa dihitung ada 8 juta. Tentu saya yakin lebih dari itu cuma nggak bisa dihitung semuanya. Orang lain yang pacaran tentu bisa jadi mengeluarkan jumlah lebih banyak tergantung kebutuhan.
Belum lagi rugi waktu. Bayangin saja. Waktu 10 tahun sibuk pacaran. Seandainya selama 10 tahun digunakan untuk mengembangkan bakatnya sudah menjadi orang ahli pada bidang tertentu.
Lebih-lebih lagi beban perasaan yang masih terasa. Maka wajarlah Islam mengharamkan pacaran karena banyak mudharatnya (Kerugiannya).
Article from: ITP Sulawesi 020
#IndonesiaTanpaPacaran
Ada teman mengadu pada saya. Dia sudah 10 tahun pacaran. Udah gak terhitung lagi dia makan bareng pacarnya, shopping, saling ngisi pulsa dll. 5 tahun terakhir dia sering ngadu, karena pacarnya suka mengatainya dg kata-kata kotor bahkan sampai memukulnya.
Tepat 10 tahun pacaran, akhirnya teman saya dan pacarnya sampai pada kata PUTUS. Dia memulai memutuskan karena katanya tidak tahan lagi.
Apakah perkaranya selesai? TIDAK! Ternyata pacarnya minta ganti rugi. Ganti rugi uang yang dipakai makan bareng, ngisi pulsa, jalan bareng dll selama pacaran. Pacarnya menghitung dengan detail, hingga dapatlah angka Rp 8.000.000
Saya merasa kasihan. Sebab dia tidak punya uang buat bayar ganti rugi. Maklum, bukan berasal dari orang kaya. Akhirnya sekarang lagi pusing, padahal sejak dulu sudah saya nasehati. Bahwa pacaran itu haram dan merugikan.
Teman-teman, gimana rasanya kalau jadi korban seperti itu? Sangat menyakitkan bukan. Itulah pacaran. Sangat merugikan dari segi uang, bayangin saja dalam waktu 10 tahun yang bisa dihitung ada 8 juta. Tentu saya yakin lebih dari itu cuma nggak bisa dihitung semuanya. Orang lain yang pacaran tentu bisa jadi mengeluarkan jumlah lebih banyak tergantung kebutuhan.
Belum lagi rugi waktu. Bayangin saja. Waktu 10 tahun sibuk pacaran. Seandainya selama 10 tahun digunakan untuk mengembangkan bakatnya sudah menjadi orang ahli pada bidang tertentu.
Lebih-lebih lagi beban perasaan yang masih terasa. Maka wajarlah Islam mengharamkan pacaran karena banyak mudharatnya (Kerugiannya).
Article from: ITP Sulawesi 020
Comments
Post a Comment